BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1.            Latar Belakang

 

Masalah pengangguran di Indonesia sampai saat ini belum terpecahkan dan kondisinya sudah sangat memprihatinkan dan mencemaskan, karena berdampka cukup luas mulai dari timbulnya kemiskinan, kerawanan sosial, keamanan hingga perubahan sikap masyarakat yang tadinya bersikap lemah lembut dan sopan santun berubah menjadi liar dan kasar. Tercatat sampai dengan Agustus 2009 jumlah pengangguran terbuka di Indonesia sebanyak 9,25 juta orang dan setengah pengangguran lebih kurang 30 juta orang, dan sungguh sangat mengejutkan karena dari angka pengangguran tersebut, terdapat penganggur lulusan perguruan tinggi cukup tinggi, berjumlah 1,13 juta orang, terdiri dari lulusan sarjana 630 ribu orang, dan lulusan diploma 500 ribu orang. Belum termasuk sarjana setengah penganggur yang jumlahnya lebih besar lagi yaitu yang bekerja dibawah jam kerja normal dan masih mencari pekerjaan atau masih bersedia menerima pekerjaan lain (Sitorus, 2010, para.1).

 

Peranan kewirausahaan dalam perkembangan ekonomi suatu bangsa sangatlah penting, yaitu menumbuhkan lapangan pekerjaan dan mengurangi jumlah pengangguran (Hisrich & Peters, 2002). Hampir sebagian besar pekerjaan saat ini, diciptakan oleh perusahaan ukuran kecil dan menengah yang bertindak sebagai kewirausahaan, untuk meningkatkan penjualan dan pekerjaan mereka. Sebaliknya, ditengah resesi globalyang berlangsung dewasa ini banyak perusahaan besar memperkecil atau mengurangi jumlah pekerja untuk bertahan dari kebangkrutan dan efisiensi biaya operasi.

1.2.            Rumusan Masalah

 

Rumusan masalah dalam penulisan ini adalah bagaimana keadaan pengangguran di Indonesia, Siapa yang terkait dengan masalah tersebut, dan apa yang menjadi penyebab pengangguran.?

 

1.3.            Tujuan Penulisan

 

Tujuan penulisan adalah untuk dapat mengetahui kondisi pengangguran di Indonesia dan mengetahui bahaya pengangguran yang dapat mengancam stabilitas nasional. 

 

1.4.            Manfaat Penulisan

 

Hasil penulisan ini diharapkan dapat memberikan manfaat diantaranya :

 

  1. Wawasan dan pemahaman mahasiswa semakin bertambah mengenai pengangguran.
  2. Memberi gambaran mengenai kondisi pengangguran di indonesia sehingga kita sadar bahwa pengangguran dapat mengganggu stabilitas nasional.
  3. Dapat mencari solusi terbaik untuk mengatasi masalah pengangguran tersebut.

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

2.1.      Pengangguran

Pengangguran atau tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya. Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dalam persen. Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya. Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik keamanan dan sosial sehingga mengganggu pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Akibat jangka panjang adalah menurunnya GNP dan pendapatan per kapita suatu negara. Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, dikenal istilah “pengangguran terselubung” di mana pekerjaan yang semestinya bisa dilakukan dengan tenaga kerja sedikit, dilakukan oleh lebih banyak orang.

Jenis dan Macam – Macam Pengangguran

2.2.1. Berdasarkan Jam Kerja

     Berdasarkan jam kerja, pengangguran dikelompokkan menjadi 3 macam:

  • Pengangguran Terselubung (Disguised Unemployment) adalah tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena suatu alasan tertentu.
  • Setengah Menganggur (Under Unemployment) adalah tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena tidak ada lapangan pekerjaan, biasanya tenaga kerja setengah menganggur ini merupakan tenaga kerja yang bekerja kurang dari 35 jam selama seminggu.
  • Pengangguran Terbuka (Open Unemployment) adalah tenaga kerja yang sungguh-sungguh tidak mempunyai pekerjaan. Pengganguran jenis ini cukup banyak karena memang belum mendapat pekerjaan padahal telah berusaha secara maksimal.

 

2.2.2. Berdasarkan Penyebab Terjadinya

 

     Berdasarkan penyebab terjadinya, pengangguran dikelompokkan menjadi 7 macam:

 

  • Pengangguran friksional (frictional unemployment)

     Pengangguran friksional adalah pengangguran yang sifatnya sementara yang disebabkan adanya kendala waktu, informasi dan kondisi geografis antara pelamar kerja dengan pembuka lamaran pekerna penganggur yang mencari lapangan pekerjaan tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditentukan pembuka lapangan kerja. Semakin maju suatu perekonomian suatu daerah akan meningkatkan kebutuhan akan sumber daya manusia yang memiliki kualitas yang lebih baik dari sebelumnya.

 

  • Pengangguran konjungtural (cycle unemployment)

     Pengangguran konjungtoral adalah pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan gelombang (naik-turunnya) kehidupan perekonomian/siklus ekonomi.

 

 

  • Pengangguran struktural (structural unemployment)

     Pengangguran struktural adalah pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan struktur ekonomi dan corak ekonomi dalam jangka panjang. Pengangguran struktural bisa diakibatkan oleh beberapa kemungkinan, seperti:

  1. Akibat permintaan berkurang.
  2. Akibat kemajuan dan pengguanaan teknologi.
  3. Akibat kebijakan pemerintah

 

  • Pengangguran musiman (seasonal Unemployment)

     Pengangguran musiman adalah keadaan menganggur karena adanya fluktuasi kegiaan ekonomi jangka pendek yang menyebabkan seseorang harus nganggur. Contohnya seperti petani yang menanti musim tanam, pedagang durian yang menanti musim durian.

 

  • Pengangguran siklikal

     Pengangguran siklikal adalah pengangguran yang menganggur akibat imbas naik turun siklus ekonomi sehingga permintaan tenaga kerja lebih rendah daripada penawaran kerja.

 

  • Pengangguran teknologi

     Pengangguran teknologi adalah pengangguran yang terjadi akibat perubahan atau penggantian tenaga manusia menjadi tenaga mesin-mesin.

 

  • Pengangguran siklus

     Pengangguran siklus adalah pengangguran yang diakibatkan oleh menurunnya kegiatan perekonomian karena terjadi resesi. Pengangguran siklus disebabkan oleh kurangnya permintaan masyarakat (aggrerate demand).

 

BAB III

PENUTUP

 

3.1.       PENUTUP

Dari uraian makalah tersebut, penulis dapat menyimpulkan beberapa hal diantaranya :

  1. Pengangguran adalah orang yang masuk dalam angkatan kerja (15 sampai 64 tahun) yang sedang mencari pekerjaan dan belum mendapatkannya.
  2. Wilayah Kota Bekasi memiliki potensi yang besar yaitu dari letak wilayah yang dekat dengan ibu kota Negara, jumlah penduduk, lahan pertanian yang produktif, dan kemampuan menarik investor untuk mendirikan industri.
  3. Bekasi merupakan wilayah yang berkembang dari agraris menuju industri.
  4. Peralihan Bekasi dari agraris ke industri menimbulkan berbagai dampak sosial diantaranya adalah pengangguran.
  5. Pengangguran disebabkan banyak faktor dan aspek.
  6. Untuk menanggulangi pengangguran diperlukan kerja sama antara penduduk dan pemerintah.