Just another WordPress.com site

Tugas B.Indo 2

A.      KEANGGOTAAN
Pada dasarnya keanggotaan pengurus OSIS adalah hak setiap peserta didik kelas X, XI dan XII.
Tetapi karena peserta didik kelas XII mulai awal tahun sampai akhir tahun menghadapi ujian nasional, jian sekolah dan kesibukan untuk rencana melanjutkan ke perguruan tinggi, maka pengurus OSIS biasanya dijabat peserta didik kelas X dan XI. Adapun untuk keanggotaan Majeliis Perwakilan Kelas (MPK) dijabat oleh peserta didik kelas X, XI, dan XII. Tiap kelas diwakili oleh dua orang peserta didik terpilih.
 
B.       ORGANISASI
Di dalam Surat Keputusan Kepala Sekolah tentang Susunan Perwakilan Kelas, Pengurus dan Pembina OSIS memuat tiga komponen utama pelaku organisasi, yaitu sebagai berikut.

1.       Majelis Perwakilan Kelas (MPK)
Masing-masing kelas mengirimkan dua nama/ 2 orang terbaik yang mampu menyampaikan aspirasi dari anggota di kelasnya. Tugas MPK menjadi media control dan aspirasi dari siswa agar membaik situasi di sekolah tersebut. Jika jumlah kelas (Rombongan Belajar 21 kelas, maka jumlah anggota MPK = 21 x 12 orang = 42 orang.

2.       Pengurus OSIS
Pengurus OSIS terdiri dari pengurus inti dan pengurus seksi. Pengurus inti terdiri dari umum OSIS, wakil ketua 2, sekretaris umum, wakil sekretaris 1, wakil sekretaris 2, bendahara umum, dan wakil bendahara. Jumlah pengurus harian 8 orang.
Ada 8 (delapan) seksi sehingga jumlah pengurus seksi terdiri dari ketua, sekretaris, dan 3 (tiga) anggota. Jumlah seksi ada 8 seksi sehingga jumlah pengurus seksi = 8 x 5 orang = 40 orang.
Jumlah seluruh pengurus OSIS = 8 + 40 = 48 orang. Adapun 8 seksi tersebut adalah sebagai berikut.

  • Seksi ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  • Seksi kehidupan berbangsa dan bernegara.
  • Seksi pendahuluan bela Negara.
  • Seksi kepribadian budi pekerti luhur.
  • Seksi berorganisasi pendidikan politik dan kepemimpinan.
  • Seksi keterampilan dan kewiraswastaan.
  • Seksi kesegaran jasmani dan daya kreasi.
  • Seksi persepsi, apresiasi, dan kreasi seni.

3.       Pembina OSIS dan Pembina Seksi
Pembina OSIS terdiri atas ketua (kepala sekolah), ketua I (wakil kepala sekolah bidang kesiswaan), ketua II (guru), sekretaris OSIS (guru), bendahara OSIS (guru). Semua pembina seksi dijabat oleh guru.
 
C.       PROGRAM KERJA SEKSI
Setiap seksi wajib membuat program kerja tahunan yang dibuat oleh ketua seksi, diketahui oleh ketua mum OSIS dan pembina seksi, dan disahkan oleh pembina OSIS dan kepala sekolah. Berikut adalah salah satu contoh format program kerja seksi ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
 
PROGRAM KERJA SEKSI
OSIS SMA NEGERI …….
SEKSI KETAQWAAN KEPADA TUHAN YANG MAHA ESA

No. Jenis Materi Bentuk Kegiatan
1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

1.

2.

3.

4.

5.

6.

Agama Islam

Melaksanakan ibadah

Memperingati hari besar agama

Melaksanakan amaliyah-amaliyah agama

Membina solidaritas dan toleransi intern antar umat beragama

Mengadakan lomba-lomba yang bersifat keagamaan

Kebersihan dan penertiban ruang secretariat dan masjid

Menyelenggarakan kegiatan ilmiah, seni, dan olahraga dalam bidang kreativitas keagamaan

Agama Kristen

Melaksanakan persekutuan

Peringatan hari besar

Pengakraban atau pengeratan tali kasih antar SMA/SMK

Peningkatan tali kasih terhadap sesame

Kebersihan dan penertiban ruang persekutuan

Acara perpisahan

Sholat Dhuha, sholat Dzuhur, sholat Jumat

Idul Fitri/Halal Bi Halal, Idul Adha/ Qurban

Infaq Jumat, ta’lim putra rutin, ta’lim putri rutin, diniyah bahasa arab, khidmat mushola, tahsin kajian muslimah, seminar/bedah buku, pesantren kilat, zakat fitrah, Idl Qurban

Rapat rutin, mabit, jumpa muslim, jumpa muslimah, kajian OSIS dan ROHIS

Lomba ceramah, lomba artikel islami, lomba kaligrafi

Bulletin Al-Ilmu, perpustakaan mushola kebersihan masjid dan sekitarnya.

Study club, tadabur alam ikhwan, tadabur alam akhwat, study banding

Persekutuan Siswa Kristiani (ROHKRIS)

Peringatan Natal

Persekutuan gabungan

Amal kasih

Pembuatan madding, telaah Alkitab

Pembuatan kenang-kenangan ROHKRIS, persekutuan perpisahan, pembuatan album ROHKRIS

KEGIATAN EKTRA KURIKULER

A.       PENDAHULUAN
Sekolah dalan rangka membekali dan  mengembangkan potesi siswa  melalui 3 kegiatan. 2 kegiatan  inti. 1 kegiatan tambahan.
Penyelenggaraan  pendidikan disekolah pada umumnya meliputi tiga kegiatan pendidikan yang bersifat intrakurikuler berupa pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM), kurikuler berupa tugas-tugas yang dikerjakan oeh peserta didik yang berkaitan dengan  KBM dan kegiatan ekstrakurikuler.
KBM biasanya berupa kegiatan pelajaran teori dan praktik, wajib diikuti oleh setiap  peserta didik. Kurikuler diikuti  oleh peserta didik yang berkaitan dengan  tugas-tugas mata pelajaran. Ekstra kurikuler adalah kegiatan yang wajib diikuti oleh peserta didik berdasrka bakat minat dan hobbynya  yang masih ada pada diri siswa.
Pada dasarnya  kegiatan  belajar/ekstrakurikuler dilakukan diluar jam pelajaran. Kegiatan dapat dilaksanakan  disekolah atau diluar sekolah.

B.       TUJUAN
Pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler bertujuan sebagai berikut :

  1. Memperluas wawasan  atau kemampuan, peningkatan dan penerapan pegetahuan  dan teknologi yang telah dipelajari dari berbagai kegiatan dan mata pelajaran.
  2. Meningkatkan dan memantapkan ilmu  pengetahuan peserta didik.
  3. Mengembangkan bakat, minat, kemampuan dan ketrampilan dalam upaya pembinaan pribadi.
  4. Mengenal keterkaitan anatar mata pelajaran dengan kehidupan di masyarakat.
  5. Sebagai pengisi waktu luang untuk memupuk kreativitas dan latihan kepemimpinan peserta didik.

C.       ASAS PELAKSANAN

  1. Diarahkan pada tujuan pembelajaran yang dapat dicapai.
  2. Bobot dan kesulitan  kegiatan disesuaikan dengan tingkat pendidikan  peserta didik.
  3. Sesuai dengan bakat,minat, dan kemampuan siswa
  4. Dialksanakan diluar jam pelajaran

D.       JENIS-JENIS KEGIATAN EKTRAKURIKULER

  1. Bidang keolahragaan : Vollyball, sepak bola, sepak takraw, tenis meja, bulu tangkis, bela diri dan sebagainya.
  2. Bidang keagamaan : Baca Al-Qur’an,Iqro, latihan khutbah dan sebagainya
  3. Bidang kesenian : Seni Musik, seni tari, seni suara, latihan vocal, seni drama, teater dan sebagainya.
  4. Bidang lainnya : Pramuka, PMR, UKS, PKS, Koperasi Siswa, Wanagama, Karya Ilmiah dan sebagainya.

E.       MANFAAT
Manfaat  kegiatan bagi peserta didik adalah sebagai berikut :

  1. Mengembangkan  kemampuan berpikir, misalnya karya ilmiah remaja, penelitian dan sebagainya.
  2. Menjaga kesehatan fisik, misalnya sepak bola, bulutangkis,  volley ball dan sebagainya
  3. Mengembangkan estetika, rasa keindahan dan keharmonisan, misalnya seni musik, seni suara, teater dan sebagainya.
  4. Mengembangkan sikap percaya diri, misalnya wanagama, pecinta alam dan sebagainya.
  5. Melatih berkomunikasi, misalnya latihan berpidato, berkhutbah, dan sebagainya.
  6. Mengembangkan rasa solidaritas antar teman, misalnya membentuk tim solid, kompak dalam berolah raga dan sebagainya.
  7. Melatih kepemimpinan, misalnya pramuka dan sebagainya.
  8. Mengakui keagungan Tuhan dengan mempelajari kitab suci dan sebagainya.

F.       MENINGKATKAN  PRESTASI DAN CITRA SEKOLAH
Ada manfaat lain secara khusus dari pelaksanaan ekstrakurikuler  yang dilaksanakan secara terprogram artinya ada perencanaan, pelaksanaan, pengawasan evaluasi dan tindak lanjut yang dapat menigkatkan prestasi dan citra sekolah. Contoh konkrit misalnya  sekolah menjuarai bola volley  tingkat provinsi, vocal grup tingkat kabupaten. Dari contoh ini dapat ditarik manfaatnya bahwa prestasi dibidang olah raga  dan kesenian  sekolah itu bagus  dan dikenal masyarakt yang berarti citra sekolah akan bagus pula.

MENTAL DISORDER
( PENYAKIT MENTAL DAN PERMASALAHANNYA)
 

Materi berikut ini menjelaskan mengenai perspektif mental positif yang muncul beberapa tahun ini di teori psikologi, laboratorium psikologi dan klinis. Dari banyaknya perspektif ini, diharapkan salah satunya menjadi metode standar yang digunakan untuk menentukan fungsi-fungsi positif dari mental manusia yang sehat. Sangat aneh memang, hingga saat ini belum ada metode standar untuk menentukan hal tersebut. Jumlah para teoritis yang menggunakan skala pengukuran untuk membuktikan teori mereka, pada sebagian besar justru berbeda dari keadaan yang nyata. Penelitian tersebut hanya menjadi alat saja.
Psikologi memiliki 3 misi yang berbeda, antara lain untuk merawat penyakit mental, untuk membuat kehidupan manusia lebih bermakna dan pemeliharaan bakat. Bidang psikologi atau bidang lainnya yang berkaitan dengan penyakit mental mulai memfokuskan pada perawatannya dan membangun sistem diagnostik untuk mengidentifikasi jenis-jenisnya. Panduan standar untuk itu adalah Diagnostic and Statistical Manual for Mental Disorders (American Psychiatric Association, 1994). Panduan ini dapat membantu dalam menentukan jenis penyakit dan menemukan cara mengatasi gangguan.
Meskipun penggolongan penyakit pada DSM sangat membantu banyak orang, namun disana terdapat kekurangan karena penggolongan itu didasari oleh jenis penyakit (Disease Model) dan yang merupakan korban dari gangguan tersebut (Maddux, 2002; Seligman, 2002b).
Penyakit mental itu merupakan jenis penyakit yang disebabkan karena masalah psikologis sama seperti pandangan bidang kedokteran tentang sebuah penyakit. Disease Model merupakan sebuah penyakit mental yang berbeda dari normalitas yang bisa dikenali dengan gejala yang unik dan menyebabkan penyimpangan tertentu.
Banyak cara untuk mengetahui tentang penyakit mental yang berdasarkan disease model. Istilah yang biasa digunakan disease model-‘penyakit’ mental, mental yang ‘sehat’, pathogen dan psikopatologi. Tapi tidak ada satupun yang disamakan dengan penyakit. Sebuah bukti menyatakan bahwa depresi atau  kecemasan bekerja seperti penyakit  (Seligman, 2002b). Masalah-masalah psikologis secara umum berdasarkan pengalaman emosional manusia normal yang terkontrol. Masalah psikologis dianggap sebagai keadaan yang tidak efektif pada interaksi sosial manusia daripada suatu  penyakit yang ada dalam diri manusia itu sendiri. (Maddux, 2002). Secara umum jenis penyakit sangat dangkal mengartikan masalah-masalah psikologis.
Sayangnya konsekuensi dari disease model merupakan ciptaan suatu mentalitas korban dari ahli yang menanganinya (Seligman, 2002b). Hanya karena seseorang menjadi korban dari kuman, virus dan hal lain yang menyebabkan penyakit tersebut muncul, bidang psikologi telah melihat manusia sebagai korban dari dorongan ketidaksadaran, kebutuhan dasar, keluarga atau lingkungan tempatnya berada. Dengan kata lain, manusia dilihat sebagai orang yang pasif dalam menanggapi lingkungan seperti ketidakharmonisan keluarga, yang dapat menyebabkan depresi serta kecemasan. Jika ahli dan psikoterapis memperlakukan pasien objek penderita atau korban, maka ada dua hal yang bisa terjadi, yaitu pertama, para ahli akan menanggapi pasien yang sudah tidak berdaya dan membutuhkan pertolongan. Mereka memiliki tanggung jawab penuh untuk tritmen. Kedua, self-fulfilling prophecy mulai bekerja, dan pasien melihat diri mereka sebagai orang yang tak berdaya dan membiarkan diri mereka diterapi.
Selama pandangan tentang korban terus bertambah maka akan muncul lagi edisi-edisi terbaru DSM yang menjelaskan tentang tipe-tipe penyakit mental yang baru.
Sebab-sebab Penyakit Mental
1. Kepribadian yang lemah
2. Konfli-konflik sosial dan konflik-konflik kultural yang mempengaruhi diri manusia
3. Pemasakan batin dari pengalaman yang keliru, yaitu pencernaan pengalaman oleh diri si subyek yang salah.
Bentuk-bentuk Penyakit Mental
a. Psikopat
Adalah bentuk kekalutan mental ditandai dengan tidak adanya pengorganisasian dan pengintegralan pribadi. Orang seperti ini tidak pernah bisa bertangung jawab secara moral dan selalu berkonflik dengan norma-norma sosial dan hukum, karena sepanjang hayatnya orang yang bersangkutan hidup dalam lingkungan sosial yang abnormal dan immoral yang diciptakan oleh angan-angan sendiri.

b. Psikoneurosa
Adalah sekelompok reaksi psikis yang ditandai secara khas dengan unsur kecemasan dan secara tidak ditampilkan dengan penggunaan mekanisme pertahanan diri

Tugas kelompok B.indonesia 2 ( CV )

Tugas Kelompok B.indonesia 2 ( CV atau Curriculum Vitae)

1. Dadang Hariyanto

2. Dian Reski

3. Sulaiman

Pengertian Curriculum Vitae (CV) dalam Bahasa Indonesia, yang mewakili berbagai kondisi dan situasi dari pelamar maupun penerima kerja. Semoga contoh CV ini dapat membantu Anda.

Daftar Riwayat Hidup

Contoh CV

Data Pribadi

Nama    : Florentina Putri

Jenis kelamin : Perempuan

Tempat, tanggal lahir : : Probolinggo, 5 Agustus 1979

Kewarganegaraan    : Indonesia

Status perkawinan : Menikah

Tinggi, berat badan : 165 cm, 53 kg

Kesehatan : Sangat Baik

Agama  : Islam

Alamat lengkap : : Perum Bojong Depok Baru 1, Blok ZT No.3, Cibinong 16913

Telepon, HP  : 021 – 87903802, HP = 0817 9854 203

E-mail   : : putri.flo@gmail.com

Pendidikan

» Formal

1985 – 1991 : SD Gajahmada, Probolinggo

1991 – 1994 : SMP Negeri 1, Probolinggo

1994 – 1997  : SMU Negeri 1, Probolinggo

1997 – 2001: Program Sarjana (S-1) Akuntansi Universitas Pancasila, Jakarta

» Non Formal

1998 – 1999 : Kursus Komputer dan Internet di Puskom Gilland Ganesha, Jakarta

1999 – 2002   : Kursus Bahasa Inggris di LBA Gilland Ganesha, Jakarta

2004 – 2004         : Kursus Pajak (Brevet A & B) di FAIUP, Jakarta

KemampuanKemampuan Akuntansi dan Administrasi (Journal Printing & Calculation, Ledger, Petty Cash Payroll & Calculation, Inventory Controls, Project Data Updating, Teller, Salary Caldulation).

Sistem Perpajakan.

Kemampuan Komputer (MS Word, MS Excel, MS Power Point, MS Access, MS Outlook).

Kemampuan Internet.

Pengalaman KerjaBekerja di PT. Flamboyan Bumi Singo, Cibinong

Periode: Agustus 2001 – November 2012

Status : Pegawai Tetap

Posisi    : Staf Akuntansi dan Perpajakan

Uraian singkat pekerjaan :

Mengontrol persediaan dan pembelian peralatan kantor.

Turut membantu pembuatan laporan keuangan perusahaan

Mengatur jadwal pertemuan bisnis, pertemuan internal, dan perjalanan bisnis.

Melakukan surat-menyurat bisnis dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris (via internet maupun non internet).

Melakukan perhitungan pajak perusahaan

Menerbitkan dan menerima faktur dari pemasok.

Turut membantu pelatihan pegawai baru.

Cibinong, 23 November 2012

Tugas Kelompok B.indonesia 2 ( Kutipan )

Tugas Kelompok B.indonesia 2 ( Kutipan )

1. Dadang Hariyanto

2. Dian Reski

3. Sulaiman

Pengertian Kutipan

 Kutipan adalah suatu kata yang mungkin semua orang belum tahu apa maksudnya. Kutipan juga merupakan suatu gagasan, ide, pendapat yang diambil dari berbagai sumber. Proses pengambilan gagasan itu disebut mengutip. Gagasan itu bisa diambil dari kamus, ensiklopedi, artikel, laporan, buku, majalah, internet, dan lain sebagainya.

 Manfaat Kutipan

Menunjukkan kualitas ilmih yang lebih tinggi.

Menunjukkan kecermatan yang lebih akurat.

Memudahkan penilaian penggunaan sumber dana.

Memudahkan pembedaan data pustaka dan ketergantungan tambahan.

Mencegah pengulangan penulisan data pustaka.

Meningkatkan estetika penulisan.

Memudahkan peninjauan kembali penggunaan referensi, dan memudahkan penyuntingan naskah yang  terkait dengan data pustaka.

 Cara Membuat Kutipan

 Demi mempermudah dalam menulis karya tulis ilmiah disini akan menjelaskan 2 cara penggunaan kutipan.

Kutipan langsung dapat dilakukan dengan cara:

Dalam bentuk aslinya, tidak disingkat, tidak dipotong, dan tidak diterjemahkan;

Dalam bahasa aslinya, kemudian diterjemahkan atau aslinya dimasukkan dalam lampiran, dan terjemahannya dimasukkan dalam teks.

Kutipan tidak langsung dapat dilakukan dengan cara:

Menggunakan kata-kata sendiri, akan tetapi pengertiannya tidak berbeda dengan ide/bahan/data orang lain yang dikutip;

Membuat tabel, peta, diagram dari data orang lain;

Menyusun bagan data orang lain;

Menyadur pendapat orang lain.

 Contoh Kutipan

Kutipan Langsung

Berkenaan dengan kegiatan pembalakan liar (illegal logging), seorang tokoh masyarakat mengatakan bahwa ”kegiatan illegal logging di wilayah ini sudah sangat parah, dan upaya untuk membasminya seperti menegakkan benang basah” (Suparlan, wawancara, 21 Juli 2007).

Kutipan Tidak Langsung

Gelombang demokratisasi yang ada di dunia ini bisa dibagi menjadi tiga periode, yakni demokratisasi gelombang pertama yang berlangsung antara 1828-1926, demokratisasi gelombang kedua yang terjadi antara 1943-1962, dan demokratisasi gelombang ketiga yang dimulai dari tahun 1974 sampai tahun1990-an (Huntington 1991).

TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN DAN ETIKA BISNIS

Tanggung jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (selanjutnya dalam artikel akan disingkat CSR) adalah suatu konsep bahwa organisasi, khususnya (namun bukan hanya) perusahaan adalah memiliki suatu tanggung jawab terhadap konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas dan lingkungan dalam segala aspek operasional perusahaan.

CSR berhubungan erat dengan “pembangunan berkelanjutan“, di mana ada argumentasi bahwa suatu perusahaan dalam melaksanakan aktivitasnya harus mendasarkan keputusannya tidak semata berdasarkan faktor keuangan, misalnya keuntungan atau deviden melainkan juga harus berdasarkan konsekuensi sosial dan lingkungan untuk saat ini maupun untuk jangka panjang.

Konsep tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibiliy (CSR),muncul sebagai akibat adanya kenyataan bahwa pada dasarnya karakter alami dari setiap perusahaan adalah mencari keuntungan semaksimal mungkin tanpa memperdulikan kesejahteraan karyawan, masyarakat dan lingkungan alam. Seiring dengan dengan meningkatnya kesadaran dan kepekaan dari stakeholder perusahaan maka konsep tanggung jawab sosial muncul dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan kelangsungan hidup perusahaan di masa yang akan datang.

Terdapat 3 pendekatan dalam pembentukan tanggung jawab social:
1. pendekatan moral yaitu tindakan yang didasarkan pada prinsip kesatuan
2. pendekatan kepentingan bersama yaitu bahwa kebijakan moral harus didasarkan pada standar kebersamaan, kewajaran dan kebebasan yang bertanggung jawab
3. kebijakan bermanfaat adalah tanggung jawab sosial yang didasarkan pada nilai apa yang dilakukan perusahaan menghasilakn manfaat besar bagi pihak berkepentuingan secara adil.

Tanggung jawab sosial perusahaan dapat didefinisikan secara sederhana sebagai suatu konsep yang mewajibkan perusahan untuk memenuhi dan memperhatikan kepentingan para stakeholder dalam kegiatan operasinya mencari keuntungan.Stakeholder yang dimaksud diantaranya adalah para shareholder, karyawan (buruh), kustomer, komunitas lokal, pemerintah, lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan lain sebagainya.

 

Sukses tidaknya program tanggung jawab perusahaan sangat bergantung pada kesepakatan pihak-pihak berkepentingan. Pihak-pihak yang berkepentingan yang terllibat dalam proses produksi tindakannya disatu sisi dapat mendukung kinerja perusahaan tapi disisi lain dapat menjadi pengganggu karena setiap pihak mempunyai kriteria tanggung jawab yang berbeda yang disebabkan kepentingan yang berbeda pula.

Bisnis adalah fenomena sosial yang secara universal harus berpijak pada tata nilai yang berkembang di masyarakat yang mencakup:
1. peraturan peraturan yang dikembangkan oleh pemerintah atau asosiai yang berkaitan dengan jenis kegiatan bisnis atau nilai yang dibangun oleh perusahaan
2. kaidah-kaidah sosio kultural yang berkembang dimasyarakat

Dalam masalah kebijakan etis, organisasi akan mengalami pilihan sulit. Untuk kepentingan tersebut banyak organisasi memafaatkan pendekatan normatif yaitu pendekatan yang didasarkan pada norma dan nilai yang berkembang di masyarakat untuk mengarahkan pengambilan keputusan. Terdapat 5 pendekatan yang relevan bagi orgaisasi.
1. Pendekatan individualisme
2. pendekatan moral
3. pendekatan manfaat
4. pendekatan keadilan
5. pendekatan sosio cultural

Dalam kegiatan pemasaran etika memicu munculnya konsep pemasaran berwawasan sosial. Membangun etika bisnis tindakan etis mencerminkan perilaku perusahaan dan membangu citra terdapat 3 dasar dalam membangun bisnis yaitu:

1. kesadaran dan pertimbangan etis

2. pemikiran etis

3. tindakan etis.

//

TANGGUNG JAWAB SOSIAL DAN ETIKA MANAJEMEN

TANGGUNG JAWAB SOSIAL (CORPORATE SOSIAL RESPONSBILITY )
1.      Defenisi CSR
a)      Menurut Griffin CSR adalah usaha suatu bisnis menyeimbangkan komitmennya terhadap kelompok dan individu dalam lingkungannya yang meliputi konsumen, bisnis lainnya karyawan, investor, dan komunitas local.
b)      Menurut Jeff Madura CSR adalah suatu pengakuan dari perusahaan bahwa keputusan bisnis dapat mempengaruhi perusahaan.
c)      Berdasarkan pada Trinidad and Tobaco Bureau of Standards (TTBS), Corporate Social Responsibility diartikan sebagai komitmen usaha untuk bertindak etis, beroperasi secara legal dan berkontribusi untuk peningkatan ekonomi bersamaan dengan peningkatan kualitas hidup dari karyawan dan keluarganya, komuniti lokal dan masyarakat secara lebih luas (Budimanta,Prasetijo & Rudito, 2004, p.72).
d)     World Business Council for Sustainable Development mendefiniskan Corporate Social Responsibility sebagai komitmen berkelanjutan kalangan bisnis untuk berperilaku etis dan memberikan sumbangan pada pembangunan ekonomi sekaligus memperbaiki mutu hidup angkatan kerja dan keluarganya serta komunitas lokal dan masyarakat secara keseluruhan (Iriantara, 2004, p.49).
e)      CSR Forum mendefinikan Corporate Social Responsibility sebagai bisnis yang dilakukan secara transparan dan terbuka serta berdasarkan pada nilai-nilai moral dan menjunjung tinggi rasa hormat kepada karyawan, komunitas dan lingkungan (Wibisono, 2007, p.8).
2.      Pro dan Kontra CSR
NO
Pandangan kelompok yang Pro terhadap CSR dari organisasi bisnis
NO
Pandangan kelompok yang kontra terhadap CSR dari organisasi bisnis
1
Kegiatan bisnis sering sekali menimbukan masalah, oleh karena itu sudah semestinya perusahaan bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya
1
Perusahaan tidak memiliki ahli yang mengkhususkan dalam bidang social dan kemasyarakatan, oleh karena itu sulit bagi perusahaan bertanngung jawab.
2
Perusahaan adalah bagian dari masyarakat , oleh karena itu sudah semestinya ikut berpartisipasi dan bertanggung jawab atas apa yang terjadi di masyarakat
2
Perusahaan yang ikut berpartisipasi dan bertanggung jawab dalam lingkungn masyarakat  justru akan memiliki kekuatan untuk mengontrol masyarakat dan itu indikasi yang kurang baik secara social
3
Perusahaan biasanya memiliki sumber daya untuk menyelesaikan masalah di lingkungan masyarakat
3
Akan banyak terdapat konflik kepentingan dari masyarakat jika perusahaan terlihat dalam aktivitas sosial
4
Perusahaan adalah partner lingkungan social kemasyarakatan, sebagaimana halnya juga pemerintah dan masyarakat lain pada umumnya
4
Tujuan perusahaan bukan untuk motif social, akan tetapi untuk memperoleh profit dan mencapai tujuan yang diharapkan oleh para pemilik perusahaan
3.      Mengelola CSR dari perusahaan
reaktif :                                                Akomodatif :
cenderung menolak                             melakukan tanggung jawab sosial
tanggung jawab social                         untuk menghindari tekanan masyarakat
Rendah                  Tanggung Jawab Sosial                     Tinggi

 

 

                           Defensif :                                                                 Proaktif :
                           Cenderung membela diri                                          mengambil inisiatif dalam
                           Dalam menghindari                                                  tanggung jawab sosial
                            tanggung jawab social                                             membentuk model industry yang bertanggung jawab social
4.      Tanggung jawab terhadap pihak yang berkepentingan dalam organisasi
5.      Manfaat CSR
B.     ETIKA BISNIS
1.      Defenisi Etika bisnis
a)      Menurut Griffin, etika bisnis adalah perilaku etis dan tidak etis yang dilakukan oleh manajer atau pemilik suatu organisasi
b)      Menurut Jeff  Madura, etika bisnis adalah suatu rangkaian prinsip yang harus diikuti apabila menjalankan bisnis.
2.      Ada 3 jenis konflik nilai yang terdapat dalam perusahaan yaitu :
a)      Konflik  intrapersonal ( didalam individu dan antar individu )
b)      Konflik  individu – organisasi (
c)      Konflik  antarbudaya
3.      Mengukur etika manajemen yaitu :
a)      Mengumpulkan informasi factual yang relevan ( data gathering )
b)      Manganalisis fakta – fakta untuk menentukan nilai moral yang paling tepat ( analysis )
c)      Melakukan penilaian etis berdasarkan kebenaran terhadap aktivitas / kebijakan yang akan dinilai tersebut.
4.      Mendorong pelaksanaan etika dalam manajemen
a)      Pelatihan etika (ethics training )
b)      Advokasi etika ( ethical advocates ) adalah upaya perusahaan untuk menjalankan etika dalam kegiatanya dengan cara menempatkan orang atau tim khusus dalam tim manajemen perusahaan yan bertugas untuk mengontrol dan mengawasi segala kegiatan perusahaan agar tetap mmenuhi standar – standar etika
c)      Menerapkan kode etik tertulis  ( code of ethics ),menetapkan standar aturan mengenai aturan mengenai etika yang harus dijalankan oleh perusahaaan
d)     Memberlakukan program etika
e)      Melibatkan public dalam etika manjemen perusahaan
5.      Etika manajerial
a)      Standart perilaku yang memeandu manajer dalam pekerjaan mereka
b)      Perilaku terhadap karyawan
c)      Perilaku terhadap organisasi
d)     Perilaku terhadap agen ekonomi lainnya ( primary agen of interest ) seperti, pelanggan,pemasok, pesaing, pemegang saham, penyalur, serikat buruh

//

Pengembangan Bisnis, Etika Bisnis, dan Kondisi Ekonomi Bisnis Katering “Nitani”

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
                Suatu bisnis diciptakan untuk menyediakan produk atau jasa kepada pelangan, jika bisnis tersebut dapat melakukan operasinya secara efektif, maka pemilik bisnis tersebut dapat melakukan operasinya secara efektif, maka pemilik bisnis itu akan memperoleh tingkat pengembalian yang wajar atau investasi mereka di perusahaan. Selain itu, bisnis tersebut juga menciptakan lapangan pekerjaan. Dengan demikian, bisnis dapat memberi keuntungan bagi masyarakat dalam berbagai cara.
Selain ide bisnis dan pengembangannya, etika bisnis dan tanggung jawab sosial merupakan salah satu aspek penting dalam menjalankan bisnis. Di masa kini pebisnis kita memang melakukan kegiatan usaha di tengah pasar global dan ekonomi bebas.  Oleh sebab itu, bertumbuh kehidupan kapitalis dan modern.  Meluasnya pengaruh nilai-nilai budaya asing yang secara bertahap, kita khawatirkan, dapat menggeser nilai-nilai budaya dan kemanusiaan.
                Dalam makalah ini akan membahas ide bisnis dan pengembangannya, etika bisnis yang bertanggung jawab sosial, dan identifikasi kondisi lingkungan ekonomi dan lingkungan industri pada bisnis catering
1.2 Permasalahan
                Permasalah yang dirumuskan dan akan dibahas dalam makalah ini adalah bagaimana menciptakan ide bisnis , merencanakan dan mengembangkannya,  bagaimana usaha bisnis menjalankan etika bisnis dan bertanggung jawab sosial, dan identifikasi kondisi ekonomi dan kondisi lingkungan industri dari usaha bisnis katering “nitani”
1.3 Tujuan
                Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui pengembangan ide bisnis dan pengembangannya, mengetahui etika bisnis dan tanggung jawab sosial, dan mengetahui pengaruh kondisi ekonomi dan kondisi lingkungan industri terhadap suatu bisnis.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Menciptakan Ide bisnis, Merencanakan, dan Mengembangkannya
                Bisnis didirikan untuk melayani kebutuhan pelanggan oleh pemilik yang mencoba untuk memperoleh laba. Orang-orang yang menciptakan bisnis mungkin melihat suatu kesempatan untuk menghasilkan produk atau jasa yang belum ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan lain. Atau, mereka mungkin yakin bahwa mereka dapat menghasilkan produk atau jasa yang dapat dijual dengan harga yang lebih rendah dari perusahaan yang ada saat ini. Dengan menyediakan prduk yang diinginkan oleh pelanggan, mereka dapat menghasilkan laba bagi bisnisnya (Madura,2011)
                Perencanaan bisnis adalah sebuah perencanaan yang mengidentifikasikan lingkup dan konteks dari kesempatan bisnis dan menggambarkan mengapa timbul kesempatan tersebut. Perencanaan bisnis menyajikan pendekatan yang akan timbul oleh wirausaha untuk mengeksploitasi kesempatan tersebut (Longenecker dkk, 2001)
Fungsi perencanaan bisnis:
1.       Perencanaan bisnis memberikan pernyataan yang diartikulasikan dengan jelas dari sarana dan strategi perusahaan, membantu wirausaha memusatkan pada permasalahan yang penting
2.       Perencanaan bisnis membantu mengidentifikasikan variabel-variabel penting yang akan menentukan keberhasilan atau kegagalan perusahaan
3.       Perencanaan bisnis digunakan sebagai dokumen yang menjual pada pihak luar
4.       Perencanaan bisnis mengatakan pada calon investor bagaimana bisnis akan membantu untuk mencapai sasaran personel investor untuk memaksimalkan hasil potensial pada investasi melalui arus kas yang diterima dari investasi ketika meminimalkan penyingkapan risiko personal
5.       Perencanaan bisnis menunjukan pada investor bagaimana dia dapat menjual kembali investasi dengan penghargaan modal yang tepat
(Longenecker dkk, 2011)
2.2 Etika Bisnis dan Tanggung Jawab Sosial
                Karyawan suatu perusahaan sebaiknya mempraktikan etika bisnis yang melibatkan sekelompok prinsip berikut ini ketika menjalankan bisnis. Setiap perusahaan memiliki tanggung jawab sosial, yang merupakan kesadaran perusahaan mengenai bagaimana keputusan bisnisnya dapat memengaruhi masyarakat. Istilah tanggung jawab sosial kadang kala digunakan untuk menjelaskan tanggung jawab perusahaan terhadap komunitas dan lingkungannya. Tetapi istilah tersebut juga adapat digunakan secara lebih luas untuk memasukkan tanggung jawab perusahaan terhadap pelanggan, karyawan, pemegang saham, dan kreditornya. Meskipun keputusan bisnis yang dibuat oleh perusahaan dimaksudkan untuk meningkatkan nilainya, tetapi keputusan tersebut tidak boleh melanggar etika dan tanggung jawab sosialnya. (Madura,2011)
Faktor pokok dalam etika bisnis:
Ø Jujur
Ø Ketepatan waktu: tepat waktu dan tepat janji
Ø Disiplin
Ø Taat pada peraturan atau prosedur atau sistem yang berlaku
Tanggung jawab perusahaan:
Ø Tanggung jawab terhadap lingkungan
–          Tidak membuang limbah yang dapat mencemarkan lingkungan masyarakat
–          Menjalin komunikasi dengan kelompok masyarakat sekitar
–          Berpartisipasi terhadap kegiatan masyarakat
Ø Tanggung jawab terhadap karyawan
–          Memberi gaji yang layak
–          Memberikan dan meningkatkan kesejahteraan karyawan
–          Jaminan kesehatan dan keselamatan kerja
Ø Tanggung jawab terhadap pelanggan/konsumen
–          Menyediakan barang dan jasa yang aman untuk dikonsumsi konsumen
–          Mendengarkan keluhan konsumen/pelanggan
–          Mendapatkan informasi yang benar tentang 4P atau yang disebut dengan bauran pemasaran/marketing mix (product, price, place, promotion)
Ø Tanggung jawab terhadap investor
–          Mengelola dana secara efisien dan memberikan sebagian laba yang diperoleh perusahaan kepada pemilik modal
–          Melaporkan kinerja keuangan pada akhir tahun dengan jujur
Ø Tanggung jawab terhadap masyarakat
–          Memberikan kesempatan kerja terhadap masyarakat sekitar
–          Membantu masyarakat dalam pendanaan kegiatan-kegiatan yang sangat penting
(Sukirno,dkk,2006)
2.3 Kondisi Ekonomi dan Kondisi Lingkungan Industri
                Pertumbuhan ekonomi memengaruhi kinerja suatu perusahaan karena pertumbuhan ekonomi dapat memengaruhi tingkat penghasilan pelanggan dan oleh karena itu memengaruhi permintaan akan produk-produk suatu perusahaan juga kuat, dan labanya menjadi relatif lebih tinggi. Ketika perekonomian lemah, permintaan produk suatu perusahaan juga lemah, dan labanya relatif rendah. (Madura,2011)
                Lingkungan industri diperkirakan untuk menentukan tingkat persaingan. Jika pasar untuk produk spesifik hanya dilayani oleh sediit dan beberapa perusahaan, maka perusahaan baru mungkin dapat menangkap porsi yang signifikan dari pasar (Madura, 2001)
BAB III
METODOLOGI
Metodologi yang digunakan adalah wawancara. Wawancara merupakan metode pengumpulan data dengan jalan tanya jawab sepihak yang dilakukan secara sistematis dan berlandaskan kepada tujuan penelitian . Tanya jawab ‘sepihak’ berarti bahwa pengumpul data yang aktif bertanya, sermentara pihak yang ditanya aktif memberikan jawaban atau tanggapan. Dari definisi itu, kita juga dapat mengetahui bahwa Tanya jawab dilakukan secara sistematis, telah terencana, dan mengacu pada tujuan penelitian yang dilakukan.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil
Katering Nitani merupakan salah satu katering yang cukup sukses berlokasi di Gresik. Katering  Nitani sudah berdiri sejak tahun 1993 . Pemilik katering ini bernama Ibu Rayantari Purwastuti . Usaha ini diawali dengan hobi Ibu Rayantari yaitu memasak. Hingga suatu hari ada tawaran dari kantor suami untuk menyiapkan makanan untuk karyawan. Tak lama kemudian ada beberapa pesanan lagi, hingga akhirnya terlintas ide untuk berbisnis katering. Awalnya katering Nitani hanya melayani pesanan dari rekan-rekan Ibu Rayantari saja. Tidak disangka, bisnis katering Nirani ini semakin lama semakin meluas dan akhirnya menjadi katering yang melayani masyarakat umum mulai dari acara syukuran hingga wedding
Dalam citarasa masakan, Ibu Rayantari tidak hanya terpaku pada masakan itu-itu saja. Ibu Rayantari suka bereksperimen menciptakan berbagai masakan yang cocok untuk selera masyarakat pada umumnya sehingga Ibu Rayantari selalu siap dengan berbagai jutaan masakan andalan. Masakan yang akan dihidangkan selalu fresh from the oven sehingga customer dapat menikmati masakan lebih nikmat.
Dalam berbisnis, Ibu Rayanti dan para karyawan mengutamakan keramahan pelayanan dan citarasa. Bahan masakan yang digunakan dalam bisnis katering ini adalah bahan yang bermutu dan halal (untuk muslim). Pesanan selalu datang tepat waktu dan memuaskan,  sehingga jarang menerima komplain dari para customer.  Selain itu hubungan Ibu Rayanti dengan para karyawan-karyawan sendiri terjalin sangat baik, sehingga para karyawan betah bekerja dengan Ibu Rayanti.
Katering yang sudah berdiri selama 19 tahun ini melayani masyarakat umum di Gresik dan sekitarnya. Salah satunya adalah kantor PT PETRO, Kantor PT PETRO ini sendiri cukup dekat dengan lokasi bisnis katering Nitani ini. Kondisi ekonomi pada lokasi bisnis ini adalah menengah keatas sehingga dapat mengembangkan bisnis katering tersebut.
4.2 Pembahasan
                Perkembangan bisnis katering Nitani terlihat cukup signifikan. Dalam empat tahun pertama sejak Ibu Rayanti memutuskan untuk berbisnis katering, pesanan semakin lama semakin meningkat. Kesuksesan katering Nitani tidak semata-mata hanya karena ide berbisnis yang datang tiba-tiba saja. Katering Nitani mempunyai keunggulan sendiri baik dari segi masakan maupun pelayanan. Menurut Madura, 2001, Supaya dapat berhasil, suatu perusahaan harus mempunyai suatu keunggulan kompetitif atau sifat unik yang dapat membuat produknya lebih diminati daripada produk pesaingnya.
                Selain itu bisnis katering Nitani juga telah menjalankan etika bisnis yang sesuai sehingga bisnis dapat berjalan dengan lancar.  Menurut Longenecker, dkk, 2001,  Pada tingkatan tertentu, perusahaan-perusahaan kecil berdiri untuk memperoleh keuntungan dari gerakan kosnumen. Perhatian terhadap kebutuhan konsumen dan fleksibilitas didalam memenuhi kebutuhan tersebut yang secara tradisional menjadi aktiva kuat dari bisnis berskala kecil. Para manajer perusahaan kecil memiliki hubungan yang erat dengan para konsumen sehingga dapat menentukan dan menjawab kebutuhan dalam praktik, konsumerisme telah menguatkan posisi bisnis kecil.
                Selain hubungan baik dengan para customer, hubungan baik dengan para karyawan merupakan salah satu tanggung jawab bisnis yang merupakan bagian dari etika bisnis. Ibu Rayanti sudah menerapkan hal tersebut. Menurut Madura,2001, Perusahaan bertanggung jawab untuk meyakinkan bahwa para karyawan diperlakukan layak oleh karyawan lain seperti mengenai perlakuan terhadap karyawan adalah beraneka ragam etnis/budaya kulit dan berhak mendapat perlindungan dan kesempatan yang sama.
                Lokasi bisnis katering Nitani bisa dikatakan cukup strategis dan menjangkau para konsumen. Lokasi merupakan salah satu faktor penting dalam berjalannya bisnis. Seperti menurut Longenecker, dkk 2001, Jika pilihan lokasi jelek, bisnis tidak akan pernah berkembang, bahkan dengan pendanaan yang mencukupi dan kemampuan manajerial yang baik. Salah satu faktor dalam memilih lokasi yang baik adalah kemudahan mencapai konsumen. Kemudahan mencapai konsumen merupakan pertimbangan yang pertama dalam memilih lokasi. Kemudahan dalam mencapai konsumen juga penting dalam industri yang biaya pengiriman produk relatif tingi.
                Bisnis katering Nitani terdapat pada lingkungan ekonomi yang tepat, yaitu ekonomi menengah keatas sehingga bisnis katering Nitani dapat berkembang. Seperti menurut Madura, 2001, Kondisi ekonomi dapat mempengaruhi penerimaan atau pengeluaran suatu bisnis, jadi dapat mempengaruhi nilai bisnis itu.
BAB V
KESIMPULAN
Katering Nitani telah menciptakan ide bisnis, merencanakan,  dan mengembangkannya dengan menunjukan berbagai keunggulan yang dimiliki seperti citarasa masakan dan keramahan karyawan. Tak lupa, katering Nitani juga telah menerapkan etika bisnis seperti tanggung jawab kepada konsumen dan tanggung jawab pada karyawan. Lokasi kondisi Ekonomi dan Industri katering Nitani adalah kelas menengah keatas sehingga mendukung perkembangan bisnis tersebut.

//

ETIKA BISNIS DAN PROFESI (ISU ETIKA DALAM DUNIA BISNIS DAN PROFESI)

BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar belakang
            Perubahan perdagangan dunia menuntut segera dibenahinya etika bisnis agar tatanan ekonomi dunia semakin membaik. Didalam bisnis tidak jarang berlaku konsep tujuan menghalalkan segala cara. Bahkan tindakan yang berbau kriminal pun ditempuh demi pencapaian suatu tujuan. Kalau sudah demikian, pengusaha yang menjadi pengerak motor perekonomian akan berubah menjadi binatang ekonomi.Terjadinya perbuatan tercela dalam dunia bisnis tampaknya tidak menampakan kecenderungan tetapi sebaliknya, makin hari semakin meningkat. Tindakan mark-up, ingkar janji, tidak mengindahkan kepentingan masyarakat, tidak memperhatikan sumber daya alam maupun tindakan kolusi dan suap merupakan segelintir contoh pengabdian para pengusaha terhadap etika bisnis.Secara sederhana etika bisnis dapat diartikan sebagai suatu aturan main yang tidak mengikat karena bukan hukum. Tetapi harus diingat dalam praktek bisnis sehari-hari etika bisnis dapat menjadi batasan bagi aktivitas bisnisyang dijalankan.
Etika bisnis sangat penting mengingat dunia usaha tidak lepas dari elemen-elemen lainnya. Keberadaan usaha pada hakikatnya adalah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Bisnis tidak hanya mempunyai hubungan dengan orang-orang maupun badan hukum sebagai pemasok, pembeli, penyalur, pemakai dan lain-lain.Sebagai bagian dari masyarakat, tentu bisnis tunduk pada norma-norma yang ada pada masyarakat. Tata hubungan bisnis dan masyarakat yang tidak bisa dipisahkan itu membawa serta etika-etika tertentu dalam kegiatan bisnisnya, baik etika itu antara sesama pelaku bisnis maupun etika bisnis terhadap masyarakat dalam hubungan langsung maupun tidak langsung.
            Dengan memetakan pola hubungan dalam bisnis seperti itu dapat dilihat bahwa prinsip-prinsip etika bisnis terwujud dalam satu pola hubunganyang bersifat interaktif. Hubungan ini tidak hanya dalam satu negara, tetapi meliputi berbagai negara yang terintegrasi dalam hubungan perdagangan dunia yang nuansanya kini telah berubah. Perubahan nuansa perkembangan dunia itu menuntut segera dibenahinya etika bisnis. Pasalnya, kondisi hukumyang melingkupi dunia usaha terlalu jauh tertinggal dari pertumbuhan serta perkembangan dibidang ekonomi. Jalinan hubungan usaha dengan pihak-pihak lain yang terkait begitu kompleks.                                           Akibatnya, ketika dunia usaha melaju pesat, ada pihak-pihak yang tertinggal dan dirugikan, karena peranti hukum dan aturan main dunia usaha belum mendapatkan perhatian yang seimbang. Salah satu contoh yang selanjutnya menjadi masalah bagi pemerintah dan dunia usaha adalah masih adanya pelanggaran terhadap upah buruh. Hal lni menyebabkan beberapa produk nasional terkena batasan di pasar internasional. Contoh lain adalah produk-produk hasil hutanyang mendapat protes keras karena pengusaha Indonesia dinilai tidak memperhatikan kelangsungan sumber alam yang sangat berharga.
B. Rumusan Masalah
A.    A. Benturan kepentungan (conflict of Interest)
B      B Etika dalam tempat kerja
C.    C.  Akuntabilitas social
D.    D. Manajemen krisis

BAB II

PEMBAHASAN
A.      Benturan kepentingan (conflict of Interest)
8 Kategori situasi benturan kepentingan (conflict of interest) tertentu, sebagai berikut:
1. Segala konsultasi atau hubungan lain yang signifikan dengan atau berkeinginan mengambil andil di dalam aktivitas pemasok, pelanggan atau pesaing (competitor).
Contoh:                                                                                                                                   Seorang karyawan disebuah perusahaan memeliki usaha dibidang penyedian bahan baku, dan kemudian karyawan tersebut berusaha menggantikan aktifitas pemasok lain dengan memasukkan pasokan bahan baku dari usaha yang dia miliki tersebut ke perusahaan tempat dia bekerja.
2. Segala kepentingan pribadi yang berhubungan dengan kepentingan perusahaan.
Contoh:                                                                                                                                               Ketika seorang karyawan mendapatkan tugas keluar kota dari perusahaan tempat dia berkerja dia memanfaatkan sebagian dari waktu tersebut untuk sekalian berlibur dengan anggota keluarganya.
3. Segala hubungan bisnis atas nama perusahaan dengan personal yang masih ada hubungan keluarga (family) atau dengan perusahaan yang dikontrol oleh personal tersebut.
Contoh:                                                                                                                                   Seorang karyawan di suatu perusahaan memasukkan anggota keluarganya untuk dapat menempati suatu posisi di perusahaan tersebut tanpa harus melewati tahapan recruitment seperti para pencari kerja lainnya.
4. Segala posisi dimana karyawan dan pimpinan perusahaan mempunyai pengaruh atau control terhadap evaluasi hasil pekerjaan atau kompensasi dari personal yang masih ada hubungan keluarga
Contoh:                                                                                                                                               Seorang manajer memberikan evaluasi hasil kerja yang baik terhadap anggota keluarganya yang bekerja di perusahaan itu juga, padahal kinerja dari anggota keluarganya itu tidak sesuai dengan hasil laporan yang dilaporkan oleh manajer tersebut.
5. Segala penggunaan pribadi maupun berbagai atas informasi rahasia perusahaan demi suatu keuntungan pribadi, seperti anjuran untuk membeli atau menjual barang milik perusahaan atau produk, yang didasarkan atas informasi rahasia tersebut
Contoh:                                                                                                                                   Seorang karyawan disuatu perusahaan memberikan atau membocorkan rahasia perusahaan kepada temannya yang berkerja disuatu perusahaan yang bergerak dibidang usaha yang sama.
6. Segala penjualan pada atau pembelian dari perusahaan yang menguntungkan pribadi
Contoh:                                                                                                                                   Perusahaan membeli kendaraan untuk menunjang kegiatan operasional perusahaan, tetapi salah satu karyawan diperusahaan tersebut menggunakan kendaraan tersebut untuk berekreasi ke suatu tempat.
7. Segala penerimaan dari keuntungan, dari seseorang / organisasi / pihak ketiga yang berhubungan dengan perusahaan
Contoh:                                                                                                                                                           Perusahaan menjual salah satu asetnya kepada perusahaan lain dengan harga yang telah dimanipulasi sehingga perusahaan memperoleh keuntungan yang besar.
8. Segala aktivitas yang berkaitan dengan insider trading atas perusahaan yang telah go public yang merugikan pihak lain.
Contoh:                                                                                                                                               Seorang karyawan dalam memberikan informasi kepada manajer investainya tentang efek yang diperdagangkan yang dimana informasi tersebut tidak disediakan oleh emiten, dan orang dalam tersebut melakukan transaksi atas efek perusahaan tersebut.
B.       Etika dalam tempat kerja
            Etika bisnis sangat penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang harmonis, serta untuk memberi citra positif pada perusahaan tempat Anda bekerja. Meski ada sekelompok orang yang lebih mementingkan ketrampilan teknis dan kecerdasan, namun sekarang makin banyak perusahaan yang lebih memilih karyawan yang mampu bertata krama dengan sejawat, terlebih pada klien. Seperti kata John Rockefeller (industriawan terkemuka Amerika di era-1870-an, pendiri cikal bakal Exxon Mobile), “Kamampuan bertata krama terhadap orang lain akan saya nilai lebih tinggi daripada kemampuan-kemampuan lain”.
            Sikap baik menurut suatu tata krama bukan berarti bersikap sebagai seorang yang tahu segalanya atau mengoreksi kesalahan orang lain. namun suatu usaha untuk menghormati pihak lain dan memperlakukan mereka dengan sopan dan baik.
            Banyak etika yang berlaku di tempat kerja, namun ada beberapa yang perlu Anda cermat:1. Menghormati Budaya Kerja Perusahaan Anda.

Bila budaya kerja perusahaan tempat Anda bekerja bersifat santai dan kasual, jangan mengenakan suits mahal dari butik perancang italia. Hal ini disamping akan membuat Anda ‘berbeda’ juga dimungkinkan menimbulkan kecemburuan sosial dari rekan-rekan sejawat Anda. Jadi bagian dari mereka.
2. Hormat Senior Anda dan lakukan sebagaimana mestinya tanpa bersikap berlebihan.
            Banyak perusahaan punya tingkat hierarki sendiri, pelajari dan sesuaikan sikap Anda pada tiap tingkatan. Misal: Jangan anggap bos seperti teman bermain atau bercanda.3. Hormati Privacy Orang Lain.

            Meski Anda bekerja dengan banyak orang, Anda harus tahu secara pasti batas-batas pribadi mereka Jangan sok akrab dengan melakukan pendekatan yang tidak perlu.
4. Hormati Cara Pandang Orang Lain.
            Selesaikan pertentangan yang terjadi dengan luwes. Kenali perbedaan pendapat tentang agama, politik, moral serta gaya hidup masing-masing orang, tapi jangan paksakan apa yang menjadi keyakinan Anda.
5. Tangani Beban Kerja Anda
            Tanpa perlu melimpahkannya pada orang lain. Stres memang tidak dapat dihindari, namun saat mengalaminya Anda harus menyalurkannya pada hal yang lebih positif, tanpa perlu marah atau membentak rekan kerja Anda.
6. Bersikap Sopan Pada Semua Orang Di Kantor.
            Bahkan jika posisi Anda sudah lumayan tinggi sekalipun, bukan berarti Anda dapat memerintah bawahan dengan sewenang-wenang. Karena semua orang berhak dihormati dan didengar pendapatnya.
7. Tidak Semena-mena Menggunakan Fasilitas Kantor
Perlu Anda ketahui bahwa peralatan kantor disediakan untuk memudahkan kerja banyak pihak, jadi rawatlah baik-baik semua fasilitas yang Anda pakai. Dan hindari penggunaan fasilitas kantor untuk kepentingan pribadi. Misalnya, menggunakan mobil dinas untuk keperluan-keperluan kantor dsb.
C. Akuntabilitas sosial
\           Akuntabilitas sosial merupakan proses keterlibatan yang konstruktif antara warga negara dengan pemerintah dalam memeriksa pelaku dan kinerja pejabat publik, politisi dan penyelenggara pemerintah.
            Tujuan Akuntanbilitas Sosial, antara lain :
a. Untuk mengukur dan mengungkapkan dengan tepat seluruh biaya dan manfaat bagi masyarakat yang ditimbulkan oleh aktifitas-aktifitas yang berkaitan dengan produksi suatu perusahaan
b. Untuk mengukur dan melaporkan pengaruh kegiatan perusahaan terhadap lingkungannya, mencakup : financial dan managerial social accounting, social auditing.
c. Untuk menginternalisir biaya sosial dan manfaat sosial agar dapat menentukan suatu hasil yang lebih relevan dan sempurna yang merupakan keuntungan sosial suatu perusahaan.
Salah satu alasan utama kemajuan akuntabilitas sosial menjadi lambat yaitu kesulitan dalam pengukuran kontribusi dan kerugian. Prosesnya terdiri dari atas tiga langkah, diantaranya:
1. Menentukan biaya dan manfaat sosialSistem nilai masyarakat merupakan faktor penting dari manfaat dan biaya sosial. Masalah nilai diasumsikan dapat diatasi dengan menggunakan beberapa jenis standar masyarakat dan mengidentifikasikan kontribusi dan kerugian secara spesifik
2. Kuantifikasi terhadap biaya dan manfaatSaat aktivitas yang menimbulkan biaya dan manfaat sosial ditentukan dan kerugian serta kontribusi
3. Menempatkan nilai moneter pada jumlah akhir.Tanggung Jawab Sosial BisnisDunia bisnis hidup ditengah-tengah masyarakat, kehidupannya tidak bisa lepas dari kehidupan masyarakat. Oleh karena itu ada suatu tanggungjawab social yang dipikul oleh bisnis. Banyak kritik dilancarkan oleh masyarakat terhadap bisnis yang kurang memperhatikan lingkungan.
            Banyak timbul perbedaan pendapat mengenai bahwa tanggungjawab bisnis hanya terbatas sampai menghasilakan barang dan jasa buat konsumen dengan harga yang murah, atau juga ada yang mengatakan tanggungjawab bisnis adalah jangan mengambil keuntungan besar, tetapi yang sewajarnya.Dalam dunia bisnis juga semua orang tidak mengharapkan memperoleh perlakuan tidak jujur dari sesamanya, banyak praktik manipulasi tidak akan terjadi jika dilandasi dengan moral tinggi.
            Moral dan tingkat kejujuran rendah akan menghancurkan tata nilai etika bisnis itu sendiri, karena masalahnya nilai etika hanya ada di dalam hati nurani seseorang. Etika mempunyai kendali intern dalam hati, berbeda dengan hokum yang mempunyai unsur paksaan ekstern. Akan tetapi bagi orang-orang yang berkecimpung dalam bidang bisnis yang dilandasi oleh rasa keagamaan mendalam akan mengetahui bahwa perilaku jujur akan memberikan kepuasan tersendiri dalam kehidupannya baik dalam duniawi maupun akhirat.
D. Manajemen Krisis
            Manajemen krisis adalah respon pertama perusahaan terhadap sebuah kejadian yang dapat merubah jalannya operasi bisnis yang telah berjalan normal. Artinya terjadi gangguan pada proses bisnis ‘normal’ yang menyebabkan perusahaan mengalami kesulitan untuk mengoptimalkan fungsi-fungsi yang ada, dan dengan demikian dapat dikategorikan sebagai krisis.Kejadian buruk dan krisis yang melanda dunia bisnis dapat mengambil beragam bentuk. Mulai dari bencana alam seperti Tsunami, musibah teknologi (kebakaran, kebocoran zat-zat berbahaya) sampai kepada karyawan yang mogok kerja. Segala kejadian buruk dan krisis, berpotensi menghentikan proses normal bisnis yang telah dan sedang berjalan, membutuhkan penanganan yang segera (immediate) dari pihak manajemen. Penanganan yang segera ini kita kenal sebagai manajemen krisis (crisis management).                                                                     Saat ini, manajemen krisis dinobatkan sebagai new corporate discipline. Manajemen krisis adalah respon pertama perusahaan terhadap sebuah kejadian yang dapat merubah jalannya operasi bisnis yang telah berjalan normal. Pendekatan yang dikelola dengan baik sebagai respon terhadap kejadian itu terbukti secara signifikan sangat membantu meyakinkan para pekerja, pelanggan, mitra, investor, dan masyarakat luas akan kemampuan organisasi melewati masa krisis.                                                                                                                                                  Aspek dalam Penyusunan Rencana BisnisSetidaknya terdapat enam aspek yang mesti kita perhatikan jika kita ingin menyusun rencana bisnis yang lengkap. Yaitu tindakan untuk menghadapi :
1. Situasi darurat (emergency respon.
2. Skenario untuk pemulihan dari bencana (disaster recovery)
3. Skenario untuk pemulihan bisnis (business recovery)
4. Strategi untuk memulai bisnis kembali (business resumption)
5. Menyusun rencana-rencana kemungkinan (contingency planning), dan6. Manajemen krisis (crisis management).Penanganan Krisis Pada hakekatnya dalam setiap penanganan krisis, perusahaan perlu membentuk tim khusus. Tugas utama tim manajemen krisis ini terutama adalah mendukung para karyawan perusahaan selama masa krisis terjadi. Kemudian menentukan dampak dari krisis yang terjadi terhadap operasi bisnis yang berjalan normal, dan menjalin hubungan yang baik dengan media untuk mendapatkan informasi tentang krisis yang terjadi. Sekaligus menginformasikan kepada pihak-pihak yang terkait terhadap aksi-aksi yang diambil perusahaan sehubungan dengan krisis yang terjadi.                                                                               Dalam menghadapi krisis dibutuhkan kepemimpinan yang efektif. Sang pemimpin mesti mengetahui tujuan dan strategi yang jelas untuk mengatasai krisis. Tentu harus dilandasi oleh rasa optimisme terhadap penyelesaian krisis. Mintalah dukungan dari semua orang, dan tunjukkan bahwa perusahaan mampu menghadapi krisis yang terjadi ini dengan baik. Tenangkan hati mereka. Ajaklah seluruh anggota organisasi untuk terlibat dalam mencari dan menjalani solusi krisis yang telah disusun bersama.
            Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh manajemen perusahaan adalah situasi krisis yang melanda perusahaan. Berbagai contoh krisis perusahaan adalah kasus penyedap makanan Ajinomoto yang diduga terbuat dari bahan berasalah dari babi. Sebelumnya pernah juga terjadi krisis yang melanda pabrik biskuit dari pabrik susu yang terkait dengan isu biskuit beracun dan isu pengunaan lemak babi.Kedua masalah tersebut telah berkembang menjadi isu nasional dan telah melibatkan banyak pihak di dalam penanganannya. Implikasi dari kedua masalah tersebut tidak hanya berpengaruh terhadap perusahaan besar, tetapi juga telah membuat perusahaan kecil dan pedagang kecil ikut merasakan akibatnya. Sekian banyak pengangguran yang terjadi, dan sekian banyak produk yang tidak laku dijual.
            Disamping masalah yang sangat besar seperti contoh di atas, tidak jarang perusahaan dilanda oleh masalah yang implikasinya hanya terbatas pada ruang lingkup satu perusahaan saja. Beberapa contoh krisis yang dihadapi perusahaan adalah :
1) masalah pencemaran lingkungan oleh pabrik.
2) masalah unjuk rasa oleh pekerja.
3) masalah produk yang tidak bisa dipasarkan.
4) masalah kericuhan dengan pemerintah dalam hal peraturan yang berkaitan dengan izin usaha.
Ø  Definisi Krisis.
            Krisis adalah situasi yang merupakan titik balik (turning point) yang dapat membuat sesuatu tambah baik atau tambah buruk. Jika dipandang dari kaca mata bisnis suatu krisis akan menimbulkan hal-hal seperti berikut :
  1. Intensitas permasalahan akan bertambah.
  2. Masalah akan dibawah sorotan publik baik melalui media masa, atau informasi dari mulut ke mulut.
  3. Masalah akan menganggu kelancaran bisnis sehari-hari.
  4. Masalah menganggu nama baik perusahaan.
  5. Masalah dapat merusak sistim kerja dan menggoncangkan perusahaan secara keseluruhan.
  6. Masalah yang dihadapi disamping membuat perusahaan menjadi panik, juga tidak jarang membuat masyarakat menjadi panik.
  7. Masalah akan membuat pemerintah ikut melakukan intervensi.
Ø  Level Perkembangan Krisis.
            Suatu krisis menurut pendapat Steven Fink (1986) dapat dikategorikan kedalam empat level perkembangan, yakni :
1.        Masa pre-krisis
            Suatu krisis yang besar biasanya telah didahului oleh suatu pertanda bahwa bakal ada krisis yang terjadi. Masa terjadinya atau munculnya pertanda ini disebut masa pre-krisis.Seringkali tanda-tanda ini oleh karyawan yang bertugas sudah disampaikan kepada pejabat yang berwenang, tetapi oleh pejabat yang berwenang tidak ditanggapi. Oleh karena sipelapor merasa laporannya tidak ditanggapi dia ikut diam saja. Bila keadaan yang lebih buruk terjadi dia lebih baik memilih diam daripada laporan dia tidak ditanggapi.                                                  Kasus terjadinya kebocoran gas racun pabrik Union Carbide di Bhopal, India (terkenal dengan nama tragedy Bhopal) yang merenggut lebih dari 2000 jiwa, telah diantisipasi oleh petugas. Kebocoran yang terjadi di pabrik Union Carbide di tempat lain tidak diteruskan ke pabrik di Bhopal. Laporan yang tidak disampaikan itu menyebabkan terjadinya malapetaka tersebut.Cukup sering terjadi, malapetaka yang besar sudah deketahui gejalanya oleh orang yang berwenang, tetapi didiamkan saja tanpa diambil tindakan. Kalau sekiranya tindakan koreksi segera diambil maka kejadian yang akibatnya fatal tersebut dapat dihindarkan. Mengatasi krisis yang paling baik adalah disaat pre-krisis ini terjadi.                                                               Seringkali suatu krisis sudah diantisipasi bakal terjadi, namun tidak ada cara untuk menghindarinya. Misalnya kasus kapal di laut yang akan dilanda oleh topan, dan tidak ada jalan keluar kecuali menghadapi topan tersebut. Namun oleh karena sudah diantisipasi terjadinya, sang nakhoda akan lebih siap menghadapi krisis tersebut. Misalnya mengarahkan kapalnya ke batu karang. Dari contoh ini kita dapat menarik pelajaran bahwa menghadapi krisis yang tidak terelakkan bila kita sudah tahu, kita akan lebih siap.
2.    Masa Krisis Akut (Acute stage).
            Bila pre-krisis tidak dideteksi dan tidak diambil tindakan yang sesuai maka masa yang paling ditakuti akan terjadi. Kasus biskuit beracun setelah korban berjatuhan, misalnya cepat sekali mendapat sorotan media massa sebagai suatu berita yang hangat dan masuk halaman pertama. Keadaan yang demikian akan menimbulkan suasana yang paling kritis bagi perusahaan, khususnya bagi perusahaan yang produknya tercemar racun. Informasi tersebut berkembang dengan cepat dikalangan masyarakat dari mulut ke mulut. Setelah itu berkembang masalah baru berupa ‘rumor’ bahwa banyak makanan lain yang ikut tercemar.                                          Beberapa bahan makanan yang dilaporkan tercemar racun adalah minyak goreng, bakso, bakmi, rokok, dan beberapa jenis jajanan pasar. Memang isu keracunan ini akan merembet ke makanan yang sejenis Hal ini disebut dengan proses generalisasi. Fenomena generalisasi ini juga terjadi pada pabrik yang mempunyai cabang di tempat lain, atau pabrik yang memproduksi barang yang hampir sama.                                                                                                                   Pada masa krisis akut ini tugas utama perusahaan adalah menarik produk secepat mungkin agar tidak ada lagi korban yang menjadi korban produk. Pada masa ini tugas perusahaan bukanlah diprioritaskan untuk mencari penyebab kenapa masalah itu terjadi. Tetapi tugas pokoknya adalah mengontrol semaksimal mungkin agar jatuhnya korban dapat ditekan.Masa krisis akut ini jika dibandingkan dengan masa krisis kronis jauh lebih singkat. Tetapi masa akut adalah masa yang paling menegangkan dan paling melelahkan anggota tim yang menangani krisis.
3.    Masa kronis krisis.
Masa ini adalah masa pembersihan akibat dari krisis akut. Masa ini adalah masa ‘recovery’, masa mengintrospeksi kenapa krisis sampai terjadi. Masa ini bagi mereka yang gagal total menangani krisis adalah masa kegoncangan manajemen atau masa kebangkrutan perusahaan. Bagi mereka yang bisa menangani krisis dengan baik ini adalah masa yang menenangkan.Masa kronis berlangsung panjang, tergantung pada jenis krisis. Masa kronis adalah masa pengembalian kepercayaan publik terhadap perusahaan.
4. Masa kesembuhan dari krisis.
            Masa ini adalah masa perusahaan sehat kembali seperti keadaan sediakala. Pada fase ini perusahaan akan semakin sadar bahwa krisis dapat terjadi sewaktu-waktu dan lebih mempersiapkan diri untuk menghadapinya.
BAB III
PENUTUP
A.      Kesimpulan
            Dari pembahasan sebelumnya maka dapat di simpulkan bahwa kode etik profesi merupakan pedoman mutu moral profesi si dalam masyarakat yang di atur sesuai dengan profesi masing-masing. Hanya kode etik yang berisikan nilai-nilai dan cita-cita di terima oleh profesi itu sendiri serta menjadi tumpuan harapan untuk di laksanakan dengan tekun dan konsekuen. Kode etik tidak akan efektif kalau di drop begitu saja dari atas yaitu instansi pemerintah karena tidak akan di jiwai oleh cita-cita dan nilai hidup dalam kalangan profesi itu sendiri.
B.       Saran
            Agar dapat memahami dan memperoleh pengetahuan baru maka usaha yang dapat di lakukan adalah :
1. Memperbanyak pemahaman terhadap kode etik profesi
2. Mengaplikasikan keahlian sebagai tambahan ilmu dalam praktek pendidikan yang di jalani.
3. Pembahasan makalah ini menjadikan individu yang tahu akan pentingnya kode etik profesi.

//